tegang

Semalam ketegangan menyeruak di seluruh penjuru. Saya yakin, mata kawan2 terkasih tak jua bisa terpejam. Lalu si penipu dihadirkan. Sukurlah semua bisa meredam emosi. Cobaan yang berat tentu saja. Belajar memaafkan (tapi hukum harus tetap ditegakkan), meski bekas cambuk masih mengiris perih di punggung. Semua harus saling menguatkan. Agar tak ada air mata. Agar kami bisa tetap berjalan dengan wajah tegak.
Pagi datang, senyum mulai mengintip, lalu merekah. Sesuatu yang lebih indah pasti menunggu di depan sana. Karena kami yakin, badai selalu ada akhir.

Iklan