buta fashion

Gara2 telat beberapa menit karena keasikan chat sama bapak ini, gw ketinggalan bus AC jurusan Balikpapan-Samarinda. Sebenernya gpp sih naek yg ekonomi, cuman, waduh, lagi puanass banget. Dan yang naek bus ini, hiii…keringetan semua. Setelah duduk manis di kursi jejeran kedua belakang sopir, gw mencoba tidur.

Tapi ga bisa ternyata. Seorang perempuan yang baru naek ke bus, pengennya duduk deket gw karena kursi samping laki semua (plus keringetan). Kami pun berbagi. Saat mencoba merem lagi, tetep ga bisa. Tuh cewek ga bisa diem. Bentar2 berdiri, balik kiri kanan, bongkar2 tas. Paan sih nih orang, huh! Hmm…butuh perhatian keknya. Ok, gw amatin!

Dia pake kaos putih garis2, plus jins biru dan selop yang ada pita warna emas di bagian depan (hiks…ini selop apa rambut yak?) Begitu duduk di samping gw, dia langsung aksi, jaketnya dipasang. Jaket bulu dalemnya warna abu2, luarnya motif kotak2. Duh, Neng…(singkatan dari boneng)…bumi etam di Kaltim ini luar biasa panas, kok betah sih pake jaket bulu yg tebel gitu. Gw makin gerah ngeliatnya.

Abis itu, dia masang kaos kaki, warna merah menyala, jrengg! Omigad, sakit keknya nih orang. Abis itu, tiap bergerak, pasti selopnya kelempar, terlepas dari kaki. Ya iyalah…selop dipakein kaos kaki pasti licin, Neng! Gw cuma bisa geleng2 kepala, tapi aksinya, belum juga berakhir. Kali ini tasnya bentar2 dibuka, bentar2 ditutup ga jelas ngambil paan. Tas jinjing warna hitam bersulam emas punyanya keknya isinya banyak banget. Hp mungil dan PDA, MP4, alat kosmetik dan banyak lagi.

Gw tau isi tasnya soalnya benda2 itu dikeluarin satu2 dengan posisi yang terlihat sengaja diangkat sampe depan hidung gw. Terakhir, yang bikin gw senyum2 maklum pas dia ngeluarin…headphone. Gayanya kek lagi mo siaran atau kek pilot mo terbang. Abis itu, dia tidur pulas banget dengan mulut menganga (maaf) dan tubuhnya disanderin ke badan orang yg ada di sampingnya. Duh, tersiksanya…gw bener2 kehilangan selera buat merem.

Kurang kerjaan, gw lalu membandingkan isi tas gw ma tas mungil bersulam emas tadi. Tas ransel gw isinya, kaos dan daleman buat ganti, bukunya Jostein Gaarder, catatan harian gw, plus buku tentang kesehatan, handuk kecil, sikat dan pasta gigi, sabun mandi, bedak bayi, body lotion dan deodoran. Sisanya, dua biji hp, flashdisk, obat2an, dll.

Saat melihat perempuan muda di samping gw itu dengan segala aksesoris yang tadi dipamerinnya dan melirik pakaian yang gw kenakan, gw jadi senyum2 sendiri. Gw inget simbok yang ngatain gw “buta fashion”. Gpp buta fashion, Mbok, yang penting gw merasa sangat nyaman dengan kaos oblong, jins, ransel dan sandal gunung atau sandal jepit ini. Rasa nyaman, jauh lebih penting (atau dipaksa nyaman karena ga punya? hahaha…)

3 thoughts on “buta fashion

  1. cakmoki mengatakan:

    ini to blog lainnya.
    Selama perjalanan gak jadi tidur gara-2 mengamati cewek samping ya? 🙂
    Wah kapan-kapan kalo jalan mau rapi dikit ah, biar gak dijadikan postingan kalo ketemu blogger. Hehehe

  2. Mbilung mengatakan:

    bentar co … itu cewek sebelahmu jomblo gak?

  3. venus mengatakan:

    hihihi…jadi inget kita berantem gara2 lo milih tas laptop daripada tas cantik yg laen. dasar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s