Siklus dan Gelombang

Saya hapal benar siklus itu. Tapi tetap saja ada rasa sakit saat melewati masa-masa kosong, salah satu rangkaian siklus. Siklus rasa itu datang seperti gelombang. Kadang melambungkan, mengiring mesra ke tepian, melenakan, dan pada saat yang lain, menghempaskan segalanya, mencabik semuanya.

Saat terhempas dalam kesakitan, saya lalu mencoba menyerah saja. Berhenti berharap. Tapi setiap kali saya lelah, capek dan hampir menyerah, gelombang itu datang lagi. Dengan lembut menjilati jiwa dan raga saya. Membuat saya menyerah, dan melebur semua amarah, kembali padanya, mengikuti siklus yang sama lagi.

Orang2 yang berdiri di tepian menatapi gelombang siklus ini, mencoba meraihku. Mereka tak tega melihat gelombang mempermainkanku. Mereka memintaku melepaskan diri dan meminta gelombang menjauh dariku. Tapi saya yang selalu gamang. Entah karena teramat sangat mencintai gelombang yang kadang menghempaskan ini, atau saya memang keras kepala dan tak mau menyerah, dan mencoba menikmati hempasan demi hempasan.

Ya, saya menikmatinya. Saya mencintainya. Saya merindukan hempasannya. Saya tak akan melepaskannya. Ia melenakan. Ia meneduhkan. Ia membanggakan. Ia segalanya.

Iklan

3 thoughts on “Siklus dan Gelombang

  1. venus berkata:

    Dengan lembut menjilati jiwa dan raga saya

  2. venus berkata:

    menjijikkan!

    Orang2 yang berdiri di tepian menatapi gelombang siklus ini, mencoba meraihku. maksudnya, gerombolan iblis?

    MAKSOD LOH???!!! wakakaka…

  3. crushdew berkata:

    …saya merindukan hempasannya….

    bukane loro banget kuwi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s