ambang kematian

Mengerikan. Sakit itu datang lagi, Selasa lalu. Gw pikir gw udah cukup sehat setelah memutuskan untuk keluar dari RS pada Sabtu sebelumnya. Ternyata, sakit yang bener2 gw takuti itu datang lagi. Sakitnya luar biasa sehingga gw merasa berada begitu dekat dengan saat2 mama berjuang melahirkan gw. Berada begitu dekat dengan ambang kematian.

Gw memang masih cukup lemes dengan sakit yang sebelumnya. Dan nyeri haid Selasa pagi itu gw anggep biasa aja. Tapi menjelang siang, sakitnya ga reda, malah menjadi2. Gw minum obat pereda nyeri tapi tak cukup mempan. Semakin sore, gelombang rasa sakit itu terus mendera seperti serbuan seribu jarum di bagian bawah rahim gw.

Sakitnya ga bisa gw gambarin, selain mengulang kata2 dokter ahli kandungan tempat gw sering konsultasi. “Sakitnya sama bahkan melebihi orang melahirkan. Apalagi, endometriosis kamu menyebar hingga ke bagian luar kandungan/rahim sehingga endometriosis itu tak ikut meluruh bersama darah haid”. Ya, sakitnya luar biasa sehingga bisa membuat gw kehilangan kesadaran berkali2.

Temen rumah gw untungnya belum ke kantor. Tapi dia sampe nangis2 ketakutan ngeliat kesakitan gw. “Kita ke rumah sakit aja ya Yat, gw takut,” katanya berulang-ulang sambil terus mijitin kaki dan tangan gw yg pucat pasi sedingin mayat. Tapi gimana mo ke rumah sakit, hujan turun begitu deras dan ga ada yang nganterin mobil dari kantor ke rumah.

Seperti bertahun2 rasanya dalam kesakitan. Ketika sakitnya reda, gw udah kehabisan tenaga untuk bangun. Kehabisan cairan dalam tubuh karena tadi udah keluar semua, menjelma keringat dingin yang mampu membuat kuyup selimut tebal. Sakit seperti ini, terakhir gw rasain Juli tahun lalu (judul: sedihnya ga bisa pulang). Ga nyangka sakit ini datang lagi, lebih nyeri, tapi untungnya tidak menyerang gw di luar rumah di tengah keramaian.

Gw ga tau apa yang memicu sakit ini datang lagi. Rasanya semua pantangan udah gw hindari. Bahkan akhir2 ini gw rajin pengobatan, minum jus yang dianjurkan. Apa mungkin…tingkat stres? Ah, stres karena apa? Apa stres bisa memicu pertumbuhan kista dan tumor di kandungan? Gw belum nanyain ke dokter. Gw cuma berharap, sakit yang datang bertubi-tubi ini, semoga meluruhkan segala khilaf dan dosa yang gw perbuat, Amin!

Hari ini, tahun lalu, gw kehilangan seorang abang. Semoga tempat yang layak di sisi-Nya, selalu nyaman untuknya, Amin!

Iklan

7 thoughts on “ambang kematian

  1. eva berkata:

    ehm.. sakitnya.. jangan dibiarkan mbak..
    ga berobat? *tuink*
    ehm.. amin.. mudah-mudahan semuanya segera baik-baik saja kembali…

    be well soon!

  2. venus berkata:

    cepet sembuh ya, co 🙂

  3. gessh berkata:

    Hari ini saya kehilangan nenek…ga bisa takziah krn jarak yg ditempuh cukup jauh..

    get better mba 🙂

  4. syahwinda berkata:

    hanya sekedar masukan.. menurut kepercayaan -orang kebanyakan, klo kluar rumah sakit jangan hari sabtu, cuz ngga selang lama biasanya balik masuk RS lagi. bukan nakut2i, tapi bapak saya sendiri pernah ngalamin, begitu pula beberapa kerabat saya.
    wish u’ll get well soon, mba..

  5. […] berpikir untuk menulisnya, id itu nyala, tepat jam ini? lagi-lagi sama dengan dua tahun lalu. eh, tahun lalu juga. saya masih bengong ketika id itu […]

  6. pretty berkata:

    yat … mudah-mudahan sekarang tidak pernah sakit seperti ini lagi ya 😦

  7. […] dan…sakit itu datang lagi kemarin. meski ga sesakit dulu. gw benci! gw benci menyadari bahwa ternyata gw ga sekuat yang gw duga. gw benci memikirkan bahwa […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s