aku, perempuan gurun

Aku tau, di luar sana, kau menghadapi hal2 mengerikan. Anyir genangan darah menyeruak, membangkitkan amarah dan kemuakan. Desingan peluru menderu tiada henti, bersiap mencabik jantungmu setiap detik.

Yang kulakukan kemaren, jelas, adalah kebodohan besar yang mengacaukan jalanmu meretas mimpi. Aku minta maaf untuk itu, sedalam-dalamnya. Tidak sepantasnya aku merecokimu pertanyaan saat kau ingin diam, sendirian.

Khilafku mungkin tak terhapus, akan tetap berbekas di sana. Dan dengan tak tau diri lagi, aku bermohon kau mengizinkaku menunggumu. Meski aku sangat tau, hal2 mengerikan yang kau hadapi di sana belum tentu bisa membawamu kembali ke sini, utuh. Mungkin banyak cabikan luka.

Tapi aku perempuan gurun, kekasihku…Aku terbiasa menunggu.

Setelah melepasmu terbang, melintasi gurun pasir, menggapai mimpi sejauh yang kau bisa
Aku akan menjelma awan kecil yang akan meneduhimu
Telapakku menjelma terompah, agar kakimu tak melepuh karena panasnya pasir gurun
Ciumanku menjelma angin yang akan menyentuh pipimu, menghapus peluhmu dan menjilati lukamu
Pelukanku menjelma langit malam, menghangatkanmu dari dinginnya angin gurun yang menusuk tulang
Aku akan membuat tempat ini nyaman buatmu kembali
Aku selalu menunggumu

Iklan

One thought on “aku, perempuan gurun

  1. puput berkata:

    lha yang sana mau ga ditunggu, jeng? tiwas situ nunggu eh yang sana ga mau ditunggu..
    hehehe..
    komen iseng, what’s best for you, just do it!
    Go gO Go gO, mbak yatihhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    \:D/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s