Badai yang indah

Kemping semalem hingga siang tadi, lumayan bikin seger meski ga seperti yang kami harapkan. Tiba di lokasi kemping pukul 02.30 dini hari, hujan udah mulai mengguyur bumi. Ga ada yang peduli. Tenda tetap didirikan. Jala ikan dipasang. Api unggun dinyalakan.

Ga ada deh namanya meliat2 bintang ato apapun. Tapi semuanya seneng. Hujan deras, ga ada yang berteduh di pondok sekitar pantai. Semuanya malah melaut. Saat badai hebat terjadi, tak ada satu pun yang panik, semuanya tertawa2 sambil mengenang badai yang menimpa tim Jejak Petualang TV7 di Papua.

Lalu fajar menyingsing, hujan belum reda. Petir masih menggelegar sesekali, kilat menyambar-nyambar. Temen2 masih betah berendam di laut. Sesekali naik ke daratan memanggang hasil tangkapan. Menjelang siang, gerimis menipis. Orang2 mulai berdatangan ketika kami membenahi peralatan, pulang.

Kata siapa badai ga indah? Tetep indah menurut gw, karena hampir tak ada jeda tawa semaleman hingga siang saat kami berkemas. Dan tertawa itu indah, tanpa gundah. So, gw emang baru aja ngalamin badai yang indah.

Iklan

One thought on “Badai yang indah

  1. puput berkata:

    badai kok indah..dasar perempuan berhati seluas samudera yang aneh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s