cinta yang sunyi

Kutatap kau pertama kali
bukan dengan mataku
Kusapa kau pertama kali
tanpa aksara
Kusentuh kau pertama kali
tanpa rasa
Kucumbu kau pertama kali
tanpa kecupan
Kudengar kau pertama kali
bukan dengan telingaku
Kusayangi kau amat sangat
dalam hati
Kudamba kau dengan caraku sendiri
dalam diam
Kucintai kau
dengan cara yang paling sunyi…

* mengapa menyakiti diri terasa begitu indah?

10 thoughts on “cinta yang sunyi

  1. venus mengatakan:

    pernah baca “women who love too much”?
    kita perempuan biasanya emang suka nyakitin diri sendiri. mencintai laki2 yang tidak menginginkan kita, menggilai lelaki yg belum siap berkomitmen.. stuffs like that.
    jadi, yati..kamu gak sendiri. 🙂

  2. yati mengatakan:

    menggilai lelaki yang belum siap berkomitmen….ato gw yg ga siap berkomitmen? hahaha…
    thanks mba v…

  3. may mengatakan:

    wajar..wajar banget, katanya cewek itu memang masokis…cinta deritanya tiada akhir huhuy..tapi tetap ada pria dan wanita yang baik he he he

  4. lelaki mengatakan:

    wah.. sebenarnya saya mau komen ini pake nada dasar apa?
    eh.. pas liat komen2 sbelumnya… ck…ck…ck… ternyata…. bgitu toh…

  5. apihati mengatakan:

    ..indah..

  6. batu mengatakan:

    karena sakit begitu indah
    karena sakit begitu hidup
    karena sakit,
    membentuk

    dan biar bayang-bayang senja
    menghalau sunyi
    memecah sepi

    *batu yang membisu, tersinari cahya jingga

  7. dianika mengatakan:

    karena mendamba dengan cara sendiri
    maka hanya diri kita sendiri yang mampu menuntut bagaimana mendamba yang seharusnya

    karena menyayangi dengan sangat itu sebuah pilihan dengan deretan konsekuensi yang bahkan diri kita sendiri yang membuat standart konsekuensi itu

    *) mencoba untuk terus menimbun harapan

  8. tikabanget™ mengatakan:

    😦 karena kita ndak mau keluar dari tempurung mbak?
    maka menyakiti diri sendiri terasa begitu indah.. 😐

  9. […] buku akan seserius ini. Saya pun mencomot beberapa tulisan [yang mirip puisi] dengan asal saja. Ini salah satunya. Ternyata… sekarang terbit. Tapi tetap saja saya berterima kasih kepada editor dan […]

  10. bu yanti mengatakan:

    ….cocok nich….dengan kondisi hati…hari ini…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s