Lima

Kekasihku…
Sekian tahun lalu, kita hanya dua orang yang saling berkenalan dengan tak sengaja di blog. Kamu di sana, di Jakarta, dan saya di sini, di Balikpapan (waktu itu). Lalu 31 Desember 2006, di detik penghujung tahun itu, kau mengucapkan selarik kalimat yang terus terngiang hingga detik ini, “I do love you.”

Padamu kukirim balasan, “Inginku sederhana saja, bersamamu hingga akhirku tiba.” Hari ini, setelah lima tahun berlalu, sebulan lebih 11 hari kita resmi menjadi suami istri. Kita bukan lagi dua orang yang terpisah lautan. Kita bahkan sudah tinggal seatap dalam rumah mungil milik kita nan nyaman (buatku) ini.

Setiap bangun pagi, meski dengan mata yang malas terbuka dan badan yang berat untuk diseret berwudhu, hanya kebahagiaan yang kudapati. Melihatmu di sisiku saat membuka mata, adalah anugerah yang indah. Setiap bersimpuh sehabis menjadi makmunmu, dengan sombongnya saya menengadahkan tangan. Iya, saya sombong karena tak meminta apa2 pada-Nya. Saya hanya mengucapkan terima kasihku karena Dia mengirimkan engkau padaku, menjadi imamku, suamiku, temanku, yang selalu ada di sisiku. Kamu, sekaligus kado ulang tahunku tahun ini, 23 Desember lalu. Kado terindah yang pernah saya dapatkan.
Semoga saja permintaan “sederhana”ku akan terujud. Bersamamu hingga akhirku tiba.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s