rasa ga jelas

Dua hari ini saya selalu disergap rasa risau, galau, panik, dan hal serba ga jelas itu. Kalo udah begini, air mata trus berjatuhan tanpa bisa ditahan. Ga tau gimana awalnya.Tiba2 saya menyadari, puasa tinggal beberapa hari lagi. Bukan, itu bukan dilandasi hal2 religius. Ini sepertinya karena rasa melankolis ga jelas tadi.

Emangnya kenapa kalo puasa tinggal beberapa hari lagi? Nah, saya juga bingung jadinya menjawab pertanyaan itu. Sepertinya emang cuma dihubung2kan, untuk mencari alasan kenapa saya harus menangis. Errr…rasa2nya sih, ini dipicu pikiran seperti ini: Bos saya, dengan nada sedikit bercanda, minta saya udah masuk kantor tanggal 1 September. Seharusnya emang masuk tanggal segitu kalo liat kalender kerja. Karena saya ga ngambil cuti lebaran. Saya sengaja nabung cuti buat akhir tahun nanti, yang juga akhir masa kerja saya di Makassar.

Trus kenapa sedih? Ya itu, jauh di lubuk hati ini, saya pengen libur agak panjang. Tapi di sisi lain, saya tau, agak berat untuk minta cuti karena temen saya akan tugas ke Cina dalam jangka waktu cukup lama. Tapi kenapa saya ingin libur agak panjang? Karena saya merasa, ini adalah lebaran terakhir saya bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga. Bersama bapak, mama, kakak, adek, dan ponakan2. Insya Allah, kalo tuhan menghendaki, tahun depan mungkin saya akan lebaran bersama keluarga suami. Atau kalopun kami mudik, semua mungkin takkan sama lagi.

So, saya pengen nyelesein semua tugas pada 26 Agustus, agar bisa libur dengan tenang mulai 27 Agustus, sampe 3 September. 4 september saya masuk kantor lagi. Itu artinya saya udah harus ninggalin kampung pada 3 September. Nah kalo saya diminta masuk pada 1 September, artinya saya di rumah cuma pada hari lebaran pertama dong? Ya ampun…kejamnya dunia. Sorry, agak lebay. Tapi, ya itulah sumber melankolis ini.

Daaannn….target saya menuntaskan seluruh kerjaan sebelum 26 Agustus sepertinya agak mengganggu komunikasi kami. saya terkesan begitu sibuk. Beda waktu sejam ini juga bikin sedikit ribet. Dia mungkin sedikit senggang sekitar jam 5 sore, sementara saya di sini berkejaran dengan deadline dan buka puasa. Dia pulang kerja jam 10 malam, dan di sini udah jam 11, ketika mata ini tinggal 5 watt. Saya selesai sahur dan salat subuh, sedangkan dia baru mulai menikmati makan sahur. Begitulah, akhirnya ngapain lagi kalo saya ga nangis bodoh sendiri.

12 thoughts on “rasa ga jelas

  1. chevy mengatakan:

    sabar mba,,, semoga nanti bisa berkumpul keluarga di musim lebaran… kumpul uang banyak2 biar bisa mudah mudiknya… atau carilah cara berpenghasilan dari rumah…
    banyak kok di internet cara working from home…

  2. zul mengatakan:

    sabar… jauh dari keluarga juga ada hikmahnya kok,,, nanti lebih bisa menghargai saat2 bersama… smoga dapat kesempatan buat bersua keluarga saat lebaran nantinya lagi… semoga rejekinya lancarlah biar transportasinya lancar…

  3. berusaha nikmati dan ambil hikmah dari setiap kondisi yang dihadapi…

  4. sabar ya,,, buatlah keluarga merasa tetap nyaman dan tidak merasa kehilangan meskipun tinggal jauh…

  5. Toronto Real Estate mengatakan:

    sabar ya,,, buatlah keluarga merasa tetap nyaman dan tidak merasa kehilangan meskipun tinggal jauh…

  6. kehilangan keluarga memang hal yang menyakitkan… tapi itulah fenomena kehidupan…

  7. sabarlah dengan situasi yang dihadapi…

  8. itulah salah satu dinamika kehidupan yang mengharu birukan perasaan,,,
    perpisahan dengan orang2 yang disayangi…

  9. Rumah mengatakan:

    Bersyukur dengan apa yang ada Mbak …
    Semoga Mbak bisa berkumpul …
    aamiin yaa Allah ^_^

  10. Faizal mengatakan:

    sabar aja mba.. smoga diringankan urusannnya..

  11. Alam mengatakan:

    perpisahan punya hikmah tersendiri… bukankah dengan jarak bisa menumbuhkan rasa rindu..

  12. [...] 2009, lebaran bulan September, saya pulang pada hari kedua (kalo ga salah). Tapi tahun ini, seperti sudah saya duga tahun lalu, saya ga pulang. Pertama, liburnya ga bareng sama Mas. Masa liburan saya lebih panjang, seminggu [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s