Kado Pernikahan

Saya nyaris lupa. 18 April kemaren, sahabat saya menikah. Jauh sebelumnya, mereka berdua, pasangan yang dulu bersahabat dan kini menjadi suami istri itu meminta kado dari saya. Kado pernikahan berupa puisi. Bukan hal mudah karena saya bukan pembuat puisi. Tapi akhirnya tercipta juga sebuah tulisan buat mereka. Untaian kata yang diselipkan dalam undangan pernikahan mereka. Semoga langgeng ya :)

Kado Pernikahan

Sahabat, semesta ini cermin pernikahan abadi…

Kau lihat mentari yang terus bersinar itu
Ia pemurah
Berbagi cahaya yang membebaskan dari gelap, tanpa pernah berhitung

Kau lihat samudera maha luas itu
Ia pemaaf
Menerima segala limpahan yang penuh cemar maupun yang bening

Kau lihat bumi yang kita pijak itu
Ia penyabar
Menerima maki, cerca, dan pijak segala mahluk dalam diam

Kau rasakan angin yang tak henti bertiup itu
Ia memberi arah
Mengajarkan untuk mengikuti sang imam agar tak tersesat

Kau lihat air yang terus mengalir itu
Ia setia,
Seperti cinta kasih dan kesetiaan Bilqis pada Sulaiman

11 thoughts on “Kado Pernikahan

  1. kucingusil mengatakan:

    terharu *usap airmata*

    nanti bolehkah saya meminta kado puisi pernikahan? nanti … entah kapan :P

  2. Juminten mengatakan:

    *setuju sama kucingusil*
    hahaha… XD
    ya udah, kalo bikin puisi itu susah, aku minta hadiahi aipun aja, gimana? :|
    *dicekek*

  3. bangpay mengatakan:

    kalo cinta laron pada cahaya yang membuatnya hangus terbakar, itu masuk kategori definisi pernikahan ndak mbak yat?? :)

  4. NanG mengatakan:

    salut…!!!

  5. ipied mengatakan:

    terharu bacanya…. aw..aw..aw.. aku juga mbok dibikinken…. :-P

  6. merahitam mengatakan:

    Puisinya keren. Ah, harusnya dulu pas mau nikah, aku minta kado puisi juga darimu ya.

    *terharu*

  7. nelayan mengatakan:

    makasih banyak, puisinya…aco…;)

    note: akhirnya berhenti juga aku melaut…;D

  8. cefer mengatakan:

    huhuhu.. keren puisinya,, jadi mau..
    ^^

  9. niken afrizal mengatakan:

    :-) bagus sekali puisinya..
    indah… buat setiap orang senyum waktu bacanya.

  10. [...] puisi kado pernikahan itu, akhirnya ngambil puisi lama yang sebenernya pernah saya hadiahkan buat pernikahan sahabat saya. Gak papa lah, saya menghadiahi diri sendiri dengan puisi sendiri [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s