Bangku kayu renta di depan rumah yang nyaris tak berhalaman itu dinaungi pohon besar. Cahaya lampu tak cukup terang menyinarinya. Tapi pancaran sepasang wajah yang mulai menua membuatnya benderang. Bangku kayu berderit, ikut berayun senang seperti hati manusia di atasnya.
Duduk di bangku itu, bapak tua berpostur agak bulat berwajah ramah. Di hadapannya berdiri perempuan paruh baya yang usianya terlihat lebih muda dibanding si lelaki. Perempuan itu sedang memasangkan kancing baju lelaki tua. Menarik ujungnya agar sejajar, lalu mengelus pundaknya sebagai sentuhan akhir.
“Pas, bajunya cocok,” kata lelaki tua sambil memeriksa setiap jengkal baju yang dikenakannya. Sementara si perempuan merapikan plastik bekas pembungkus baju si lelaki.
Saya melintas, memotong adegan itu. “Ga pulang lebaran, neng?” Si bapak, lelaki paruh baya itu menyapa. Senyum sumringah tak lepas dari wajahnya. Meski temaram, saya tahu pancaran benderang itu dari hatinya yang bungah, seperti gadis yang baru mendapat surat cinta.
Saya tak perlu menjawab pertanyaannya. Karena ia kembali sibuk mematut diri dengan baju putih lengan panjang dengan sulaman benang hitam di bagian depan. “Jadi juga nih, lebaran,” kata si bapak. Ekor mataku menangkap adegan, mereka saling bertatapan lalu tersenyum. Masih di bawah pohon, pada bangku tua di depan rumah tak berhalaman itu.
Ah, ya, bingkisan lebaran yang tak seberapa ini, mungkin akan berguna buat mereka dibanding buat saya, tetangga kost mereka. Tapi sampai detik ini, belum kuberi bingkisan itu ke mereka
Mengapa untuk memberi pun saya harus mikir, jangan2 mereka ga suka atau ga butuh? Ah, saya belum bisa positif dan adil sejak dalam pikiran.
*tulisan ini mengawali tantangan untuk menulis setiap hari selama sebulan di blog. Harusnya dimulai kemarin, 7 November. Doakan berhasil yaaa*
itu tetangga kosmu? wah….wah….
Oleh: ipied on 8 November 2009
at 12:17 pm
menulis setiap hari selama sebulan? asieeekkk
**komat kamit berdoa supaya berhasil**
mba.e, dirikuh eh, blog kuh mengintili blogmu ya
Oleh: aubreyade on 8 November 2009
at 9:21 pm
Wah, judulnya sudah membuat saya menyangka yang iya2
Oleh: goenrock on 9 November 2009
at 9:27 am
sama seperti goenrock, saya maunya bilang : semangat, jangan menyerah, coba terus
Oleh: clingakclinguk on 9 November 2009
at 10:12 am
@ipied: iyah, tetangga
silakan dan ma kasih 
)
@mba ade: Insya Allah mbak
@goenrock: nyangka apa gun? hamil?
@clingakclinguk: coba terus apa? oke…saya coba terus positif deh :p
Oleh: yati on 10 November 2009
at 10:05 am
semoga berhasil, jangan sampe kalah gara-gara listrik padam ya
Oleh: kucingusil on 10 November 2009
at 2:32 pm