Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku
*) Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Kupikir ku salah mengertimu
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
owwooowowowo
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup
balik ke: *)
Tiba2 saya kangeeeen banget denger lagu ini, kangen banget dengan kamar di sebuah rumah di Balikpapan, kangen banget mendengarkan lagu ini diiringi alunan biola, kangen semuanya di masa-masa itu.
Saya bukan penggemar fanatik lagu dan penyanyi manapun. Lagu ini terpilih, kebetulan saja. Lagu Revublik sedang in waktu itu dan nadanya relatif mudah karena hanya pengulangan2 nada dari awal hingga akhir.
Tapi lagu ini bikin saya tersayat. Lebih tersayat lagi saat mendengarnya melalui gesekan biola. Ga pernah sangat pas saya memainkannya, paling hanya dua baris pertama saja atau pada reff. Tapi saya bisa menangis dibuatnya. Bahkan saat ini, saat mengingat lagu ini (tapi tak ingat lagi cara menggesek biola), saya meneteskan air mata.
Cengeng memang, biar sajalah.
hasyah, cep cep cep (cozy)
hayoo, mending ganti lagu riang gembira
Oleh: kucing_usil on 21 Oktober 2009
at 4:41 am
terima kasih mbak atas infonya di blog sy…
)
alamat email sudah sy cantumkan di sana (dan juga yg di sini, beda tapi dua2nya aktif kok
oh iya, klo mau liat puisi2 nyeleneh bisa jg main ke ‘gubug’ sy yg lain: http://benewaluyo.wordpress.com
Oleh: Bahasa, please! on 21 Oktober 2009
at 11:30 am
Bila Cinta tak mungkin bersatu
Biarlah tersimpan dalam hati
Sebagai kenangan masa lalu
Hiasi keindahan hari-hari
Oleh: Yudha Fhierlazha on 22 Oktober 2009
at 12:35 pm
hehehe.. ndak cengeng kok mbak .. nangis aja.. sampai semua terasa ringan.. hope you feel better
semangat !!!
Oleh: pandi merdeka on 27 Oktober 2009
at 1:32 pm
saya juga pernah suka dan terharu sekali dengan lagu ini. sesuai kondisi saat itu.
Oleh: suci on 27 Oktober 2009
at 5:23 pm