Dear matahariku,
Barusan, hatiku hangat mendengarmu mengucapkan kalimat ini lagi: apa jadinya gw tanpa kamu ya?
Sama hangatnya saat kalimat itu kamu ucapkan pada pertemuan kedua kita yang terhimpit dikejar waktu. Sesaat sebelum berpisah, usai perjalanan dari Semarang, dua tahun lalu.
Sama hangatnya pula saat melihat senyummu di bandara dua malam lalu. Menghapus semua kesal dan amarahku dengan segala kejutanmu.
Sama hangatnya juga saat kau memberiku kejutan pertama yang penuh kegilaan, pada pertemuan pertama. Di bandara yang sama.
Love u!
Uhuuuiiiiii…. ada yang lagi hangat hatinyaaaa
*ikutan sunbathing aaahhhh*
Oleh: Silly on 1 Oktober 2009
at 4:10 pm
ohhh jadi kemarin itu di jemput toh….
wekekeke
sayang kapan kita ketemu? aku rindu nih…..
*dilempar botol*
Oleh: ipied on 1 Oktober 2009
at 4:19 pm
cieee
senangnnya
Oleh: martinbudi on 1 Oktober 2009
at 4:32 pm
ciye…ciyeeeee…..prikitiew….yang lagi menye-menye
*dibakar*
Oleh: clingakclinguk on 1 Oktober 2009
at 7:49 pm
uhuuuuy..
Oleh: luvie on 4 Oktober 2009
at 12:31 am
selalu yah, menghangatkan hati.. apapun itu asalkan dari yang tercinta *twink*
minal aidin wal faidzin yah mbak….
^__^
maap yang kapan hari itu chat nya ga dibales, diriku ketiduran noh…
jadi, bagaimana jakarta?
Oleh: eva on 4 Oktober 2009
at 6:39 pm