“Gw baca semuanya, gw suka, gw ikut berdebar2, apa itu berarti naluri gw berat ke hubungan sesama jenis?”
Pertanyaan itu saya ajukan ke Dian setelah membaca blog http://cemilansepocikopi.blogspot.com yang dia berikan beberapa jam sebelumnya. Di sela kesibukan kerja, saya membacanya dari awal hingga akhir dan saya harus kecewa karena sesi sebelumnya udah ditutup. Berarti saya harus beli bukunya untuk bisa baca semua isinya.
Tapi membaca secuil kisah di sesion kedua ini, saya udah langsung mengatakan, saya suka. Kadang saya ikut berdebar membaca bagian2 manis di kisah mereka saat mereka sedang beromantis-ria dengan pasangannya.
Membaca blog itu makin membuka kesadaran saya bahwa memperoleh kebahagiaan adalah hak semua orang, dengan cara masing-masing.
Bagian kisah manis yang saya suka itu sebenarnya bercampur rasa iri. Saya ingin mengecap rasa yang sama dari pasangan saya dengan cara seperti itu. Saya ga tau, apakah standar rasa suka kami sama atau tidak. Tapi saya pikir, sebagian besar perempuan menginginkannya. Sentuhan sekilas pada saat yang tepat, sepatah dua patah kata yang langsung melumerkan hati. Sekali dua kali, ia pernah melakukannya. Tapi saya ga pernah bilang saya menyukainya. Saya hanya menyesapnya dalam-dalam sendirian, dan berharap dia mengulanginya lagi besok-besok. Ya, saya termasuk introvert untuk urusan begini.
Kembali ke pertanyaan tadi, saya ingin tegaskan, itu pertanyaan serius. Karena membaca kisah di blog itu, menikmati cara mereka menjalani hidup, membuat saya teringat saat-saat sangat ga pede karena menjomblo sejak lahir sampe lulus kuliah dan bekerja. Saya ketika itu sering bilang: “Jenis kelamin nomer sekian, yang penting kasih sayang dan pengertian.” Dan saya mengucapkan dengan serius dan penuh pengharapan. Haha, segitu depresinya yak? :p
Ya, saya termasuk orang yang sulit jatuh cinta pada lelaki (dan kamu sudah membuatku jatuh cinta. Ma kasih ya) tapi mudah kagum dan suka pada perempuan. Bisa jadi, itu akibat rasa terkekang. Saat SMP dulu, bapak tau di sekolah ada yang bilang suka ma saya dan saya coba-coba membalasnya. Bapak marah besar (dengan caranya sendiri), mengatakan tugas saya hanya belajar dan belajar. Bukan ‘main-main’ ga jelas seperti itu.
Saya ketakutan dengan amarah bapak dan berjanji untuk ga akan memberi harapan pada lelaki meski jelas saya menyukainya juga. Di lain waktu, larangan itu diperkuat dengan ajaran bahwa tak ada istilah pacaran dalam agama kami. Ketakutan menjalin hubungan dengan laki-laki membuat hati saya benar-benar terkunci rapat-rapat, walau sesekali merasa kesepian, ga pede, dan akhirnya melontarkan kata-kata tadi.
Jadi, menurut kalian, penyuka sejenis-kah saya?
Oiya, saya tomboy sejak kecil, dan ketika kuliah, nama panggilan saya berubah jadi nama anak laki-laki, Aco.
Jawaban Dian atas pertanyaan saya, “kayaknya setiap orang punya bakat untuk menyukai sesama jenis”. Jawaban senada juga saya dapatkan di plurk.
Gimana pendapat kalian?
ya udah, nanti saya coba pake rok deh
Yg tau itu semua cuma elo sendiri, kl elo mau memilih jadi homo (lesbian/gay) maka elo akan jadi homo, kl elo milih jadi hetro maka elo jd hetro, tidak ada salahnya menjadi homo atau hetro karena pada hakikatnya homo dan hetro adalah sama, sama2 manusia
Hhm….No COment dah….
waduh pertanyaannya dalem banget….
tapi saya setuju tiap orang berhak mendapat kebahagiaan kok..
kalau meyukai sesama jenis?? enggaklah tapi kagum pada beberapa orang dengan kelebihan tertentu iya…
Nah, itu si sapi-mu udah bersedia pakai rok… nah, Lho!!
No Lesbi No Hombreng Just Normally OK
koq makin berumur gini… makin bingung..???
Tuhan sangat tidak mungkin menciptakan manusia yang suka sesama jenis, malaikan dia yang menginginkanya
Salah dalam berfikir mungkin itu yang aku lantunkan lebih dulu,,aku saran kaan untuk tidak berkelanjutan karena itu sangat laah tidak baik buat mbak dan juga masa depan..mungkin mbak harus belajar menjadi cewek yang feminim dulu,,hilangkan semua sifat tomboy mbak jadi laah cewek yang benar-benar feminim karena biasanya cowok suka banget cewek yang kalem
Jangan sampai rasa mbak ini menjadi aib yang berkelanjutan,,mohon maaf bila ada salah pandangan
@Hamster Copo
wah, jangan mas, kalo dia feminim masak saya jadi tomboy ?
Assalamualaikum.Wr.Wb.. Slm kenal zebelumx, zetiap ornk mempunyai hak menentukan jln hidupx klo pun mbak zdh menentukan jalan hdp mbak zpt tuwh y jalani sj.. Toh klo mbak mw berubah, yakinkan diri drpd nantix mlh memb0h0ngi diri zendiri.. Sy jg zpt mbak tp sy mzh menjalani hdp sy yg zkrg.. Wassalam
Semua orang berharap untuk bisa hidup bahagia, namun kenyataannya tak semua mereka mampu meraih kebahagiaan itu.
Mungkin belum saatnya dia bahagia, atau karena salah menempuh jalan hidup, atau memang dia tercipta sebagai orang yang celaka
Satu hal yang harus kita ingat bersama bahwa, kebahagiaan yg akan kita raih adalah kebahagiaan yang normal, sesuai tata krama dan selaras dengan ajaran agama.
Bila belum saatnya kita bahagia, kenapa tidak bersabar hingga masa itu tiba padahal kita mampu tuk bersabar?
Dikau masih belum salah langkah dan semoga tidak menjadi orang yang tercipta untuk celaka.
Tapi…
Ingatlah bahwa setelah kehidupan ini masih ada kehidupan yang akan datang, yang kekal nan abadi.
Jangan korbankan kebahagiaan yang kekal abadi hanya demi kesenangan yang fana ini.
Dikau adalah dirimu sendiri, yang memiliki rasa malu bila terjatuh pada kesalahan.
Kebahagiaan moe adalah kebahagiaan koe dan kebahagiaan kita semua, tapi selagi diatas moral, norma insaniah, tata krama dan agama.
Wassalam
no coment oge lah
“Cinta mengalir dalam arus yang unik. Dan kadang bermuara dalam wadah hati tak terduga.”