akhirnya saya tiba pada hari terakhir di kantor ini secara resmi. sehari sebelumnya, kemaren sore, bos dan big bos memanggil saya ke ruangannya. bicara enam mata. mereka menawari saya untuk mencabut surat saya. tapi saya udah bulat. dan saya pikir, tak perlulah saya mengungkapkan alasan panjang lebar mengapa dan kemana saya setelah cabut dari sini karena hal itu ga akan membawa perubahan apapun.
lagipula, di surat resign toh saya sudah mengungkapkan satu alasan, yang saya pikir itu udah cara pamit paling baik dan sopan. saya juga merasa ga perlu mengumumkan tempat berlabuh saya selanjutnya pada siapapun karena saya pikir itu tak terlalu penting untuk diketahui orang lain.
dan persepsi serta kesimpulan mereka dengan kebungkaman saya adalah: tindakan saya terlalu drastis. saya ini mahluk cerdas tapi ga rasional. cuma bisa bikin sedih dan membebani orangtua, serta tak membuat kantor ini bangga pada saya. dengan tindakan ini, “kamu tuh cuma menunjukkan keperempuanan kamu!” damn!
whatever lah… saya yang paling tau dan saya sadar pada apa yang saya lakukan. kalo mau mengubah keadaan, harusnya udah dilakukan dari dulu tanpa menunggu saya berencana hengkang. ah, sudahlah…ga guna diomongin. saya sedang ingin menata hidup saya selanjutnya setelah 6 tahun ini tak berbuat apa2. ada kerjaan di depanmata yang harus saya bereskan.
bagaimanapun, ada hari2 penuh pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan selama di sini. saya tak pernah lupa untuk berterima kasih pada pengalaman hidup yang saya peroleh. maaf juga jika banyak hal-hal tak berkenan yang saya lakukan. sampai bertemu di episode hidup selanjutnya. *kok jadi brasa sinetron gini? :p*
Justru dgn menilai lo kyk gitu mereka udah menujukkan keTakutan mereka kehilangan sang perempuan yg mereka perluin.
Udah maju aja Yat, lakuin apa yg menurut lo bner
Oleh: gagahput3ra on 28 Februari 2009
at 8:48 pm
Walah, jadi resign toh? Trus apa hubungannya sama keperempuanan seseorang ya?
Good luck, co! Pindah ke jkt kan ya? :p
Oleh: venus on 28 Februari 2009
at 8:58 pm
Lho… Biasanya kaum lelaki menganggap hal2 berbau keberanian dan kenekadan, sebagai simbol kejantanan. Ini kok malah keperempuanan?
Oleh: Nesia! on 1 Maret 2009
at 8:15 pm
jadi nya kmn mbak?
Oleh: puput on 2 Maret 2009
at 11:32 am
Akhirnya… loe sembuh juga YAT
Oleh: MenoTimika on 2 Maret 2009
at 2:43 pm
Horee..berarti saya lebih perempuan dari kamuh !
Oleh: sapi betina on 2 Maret 2009
at 2:52 pm
setidaknya sudah berani mengambil keputusan!
Oleh: sucikeren on 2 Maret 2009
at 9:12 pm
JUST GO… LET YOUR HEART AND UR INTUITION GUIDE U…..
Oleh: mayssari on 12 Maret 2009
at 11:20 am
bilang aja yat, iya gw perempuan, tapi perempuan API! hehe
good luck with your future endeavor
Oleh: pretty on 13 Maret 2009
at 4:49 pm
jahhh….itu orang emang ga bisa ngeliat kalo mbak itu bener2 perempuan yak??
lagian kok kesannya, dianggap keperempuanan itu sebagai hal yg hina, apa dia lupa kalo dia dilahirkan oleh perempuan??
(esmosi saya)
Oleh: harikuhariini on 13 Maret 2009
at 4:56 pm
Berarti dirimu harus sering-sering pake rok ituh. hihihihihi…
Pindah ke Jakarta kan Bu?
Oleh: merahitam on 14 Maret 2009
at 12:07 pm
Go, GIRL………
apapun itu, pastilah yang terbaik untukmu…
Oleh: mayssari on 18 Maret 2009
at 10:03 am
Go Girl… Kamu Pasti Bisa…
apapun itu…
pastikan jadi yang terbaik untukmu…
Oleh: mayssari on 18 Maret 2009
at 10:09 am
kok banyak yang pada resign ya… (bingung bingung)
Oleh: iphan on 20 Maret 2009
at 12:16 am
yati, menurut gue, apa yang elo bikin udah cukup. seperti yang elo bilang, ga perlu berpanjang lebar menjelaskan alasan berhenti kerja atau tempat berikutnya. bukan urusan mereka. lain crita kalo itu perusahaan mensyaratkan an exit interview dengan bagian human resources. salah satu pertanyaan yang bakal mereka ajukan adalah itu: alasan berhenti. baik-baik aja milih alasannya yah, jangan lupa kita merluin referensi mereka for next time.
does this mean ‘keperempuanan’? b.s.!
Oleh: dinysays on 25 Maret 2009
at 12:13 am
Setuju, ini bukan masalah perempuan atau laki laki … ini masalah yang bikin jengkel semua orang, jadi saya setuju mbak Resign
Oleh: Rindu on 27 Maret 2009
at 4:13 pm
jadi karena lari dari sesuatu itu dianggap perempuan gitu? kok aneh ya?? kan kamu emang perempuan kan?
Oleh: ipied on 3 April 2009
at 1:14 pm