aku mungkin hanya jam pasir bagimu
hingga habis tapi tak terasa adaku
tak coba kau tengok hatiku biru
lebam perih memendam rindu
Oleh: senandung | 11 Januari 2009
jam pasir
Ditulis dalam terbakar amarah sendirian
aku mungkin hanya jam pasir bagimu
hingga habis tapi tak terasa adaku
tak coba kau tengok hatiku biru
lebam perih memendam rindu
Ditulis dalam terbakar amarah sendirian
duh kasihan amat ..
hang on sist’!
Oleh: dadan on 11 Januari 2009
at 2:33 am
Segeralah bertemu, kalau begitu…
Oleh: gagahput3ra on 11 Januari 2009
at 4:48 am
hmmmm…salam knal ajah ya
Oleh: mrpall on 11 Januari 2009
at 8:52 pm
pake Xl kan mbak?
telpon murah
^^
Oleh: puput on 11 Januari 2009
at 9:08 pm
ayo, ayo pulang ke tanah jawa. He..he…
salam sayang..
Oleh: mayssari on 12 Januari 2009
at 10:23 am
[...] Ketika waktu hanya cukup untuk rutinitas dan masa istrahat. Dan kita tak lebih dari sekedar jam pasir untuk satu sama lain. Hanya sebagai penanda, bahwa ada kamu dan ada saya di sela makan siang, [...]
Oleh: surat-6 « senandung pelangi menoreh senja on 13 Januari 2009
at 2:26 pm
[ngajak] salaman mbak..salaman..ehh toss!!!
Oleh: stey on 9 Februari 2009
at 2:16 pm