“ah, saya benci
seperti mendahului kehendak tuhan
tapi bagaimana pun kondisi itu harus disiapkan”
Terima kasih, my dear. Obrolan panjang tadi, sungguh melegakan. Membuat kita terbebas dari ruang gelap. Meski di depan sana masih ada dinding tebal yang harus kita lewati. Tak mengapa. Asal bersamamu, takkan ada jalan terjal. Meski harus menunggu di ujung waktu, tangan kita takkan saling melepas jalinan. Hati kita takkan usai mengingat janji yang sudah terucap.
Categories: