Masih soal plastik-plastik seperti yang gw posting kemarin. Jadi, ceritanya, ada sebuah organisasi peduli lingkungan bikin kegiatan memperingati hari bumi di sini. Mereka akan membagi2kan tas daur ulang dengan pesan ‘pakai tas ini saat berbelanja’. Maksudnya, agar konsumen tidak lagi menjejali bumi dengan plastik-plastik dari toko yang ga akan hancur dimakan tanah itu. Kegiatan organisasi ini disponsori beberapa perusahaan tambang migas [yang notabene juga salah satu penyumbang terbesar karbon pemanas bumi, hiks]
Dengan pengalaman gw kemaren, tentu saja gw setuju banget dengan kegiatan ini [padahal sih ga pengaruh apa2 ke mereka gw setuju atau ga :p] Tapi gw sungguh prihatin karena katanya panitia kegiatan itu cukup kesulitan masuk mall dan supermarket untuk membagi2kan tas daur ulangnya. Mereka terkendala izin pemilik mall. Yaelaaahhh… bikin kesel [lagi]! Mall2 yang suka ngasih banyak plastik itu seharusnya yang lebih banyak diajak ngobrol soal bagaimana menjaga bumi. Tapi siapa yang mereka dengerin? Ga mungkin gw, liat aja kemaren perlakuan mereka. Padahal kalo mau melayani konsumen, lha gw juga konsumen tapi kok ga diladeni ketika gw menolak plastiknya?
Lalu gimana caranya biar mereka mau mendengar? Kalo gw bilang sih, komporin itu walikotanya. Kemaren dia udah kampanye ‘bersepeda ke kantor’, sekarang ajak lagi ‘ber-tas daur ulang’. Ini memang “hanya” tindakan kecil, tapi menurut gw, ini ajakan yang lebih nyata. Kalo bersepeda…hmm, harus pake duit banyak buat punya sepeda. Jalan kaki bahkan lebih murah :p. Ayolah, kayak gw dong, ke kantor jalan kaki. Hihihi…oke, ngaku deh, gw punya motor sejak 4 tahun lalu tapi gw ga bisa dan ga pernah berani make dan akhirnya cuma parkir di rumah sepupu gw. Tapi kan, dengan ketidakmampuan gw pake motor itu, gw ga ikut2 nyumbang karbon dan polusi? Yaks…. postingan maksaaaa!
Selamat hari bumi!
Categories: