dawai kepedihan dari larik kehidupan, dawai kepiluan dari tangis kematian, dawai kesenyapan dari gesekan biola, menyatu membelitku
hingga memar seluruh tubuh hingga ke hati
teruskan cambukanmu pada badan ini
agar nadi terus teteskan perih untuk kau tangisi
biar kumati dalam dekap takdir sunyi
*cukupkan sudah tangis2 bodoh itu, kawan!
Ditulis dalam terbakar amarah sendirian