Seharusnya saya tau sejak dulu saya tak boleh mengabaikan intuisi. Dengan pelajaran besar yang saya dapat kemarin, semoga ia makin terasah. Pengetahuan… pada saatnya akan menyenangkan dan semoga menenangkan!
Jangan kuatir my luv…wajah kejujuran memang seperti itu. Ke arah sana mendatangkan kelegaan, ke arah sini menyiratkan kesakitan. Tapi ia membebaskan. Ya, saya akan baik2 saja!
Oleh: senandung | April 15, 2008
intuisi
Ditulis dalam Awan Kecil
hmmm… intuisi. ssuatu yg sering disebut2 seseorang pd saya.
“Ke arah sana mendatangkan kelegaan, ke arah sini menyiratkan kesakitan.”
bener banget!
Oleh: Juminten on April 15, 2008
at 3:45 pm
i know you’ll be fine, dear. aco kan jagoan?
Oleh: venus on April 15, 2008
at 3:49 pm
saya juga baek2 aja mbak,
*ga ada yang tanya*
**kapan bisa komen bagus**
Oleh: stey on April 15, 2008
at 3:56 pm
sakit tapi membebaskan, baiklah aku pilih kebenaran
tough woman yat
Oleh: meiy on April 15, 2008
at 5:28 pm
jujur terkadang memang menyakitkan mbak, tapi bukan karena menyakitkan trus kita boleh berbohong kan?
*saya juga akan baik-baik saja mbak*
Oleh: mbah sangkil on April 15, 2008
at 10:28 pm
memang sebenarnya semua orang punya kemampuan intuisi cuma ada yang bisa muncul dan ada yang perlu diasah, tetapi kadang kita sendiri sering mengabaikannya karena hampir sama dengan hayalan/angan2……jadi kalo dah terasa buktikan saja…
Oleh: Rommy on April 16, 2008
at 10:47 am
Intuisi memang perlu diasah, dalam bidang pekerjaan tertentu, terutama yang berisiko tinggi, maka kita dilatih untuk mengasah intuisi. Mengapa? Walaupun prosedur sudah dijalankan dengan benar, kayaknya semua udah Oke, tapi kalau hati kita nggak nyaman…maka perlu dicek kembali.
Saya pernah menulis artikel ini…di http://edratna.wordpress.com/2007/10/12
/lagi-kaitan-intuisi-dalam-pengambilan-keputusan/ yang merupakan kelanjutan dari http://edratna.wordpress.com/2007/09/16/
apakah-anda-mempunyai-indra-keenam-dan-intuitif/
Oleh: edratna on April 16, 2008
at 2:45 pm
Semangat!!!!
Oleh: gagahput3ra on April 16, 2008
at 11:46 pm