Pelajaran besar yang kudapat kemarin…
- Kemarahan adalah dimensi masa lalu. Maka, kalau udah berlalu, kenapa harus marah? Kemarahan hanya akan menguras banyak energi dan tidak mengembalikan sesuatu seperti yang kita inginkan.
Dan…
- Kekuatiran adalah sebuah dimensi di masa depan. Ia belum terjadi, lalu kenapa harus kuatir? Kekuatiran hanya akan mendatangkan keresahan dan kepanikan, juga menguras pikiran. Mengapa tak menyiapkan saja segala sesuatu dengan baik, lalu menunggu hasilnya?
Intinya…
Bersyukur, memasrahkan diri dan rendah hati. Ga mudah dilakukan, tapi harus coba dijalani.
aghhh..dalem banget ini, dan susah kayaknya ya?
Oleh: venus on April 13, 2008
at 4:08 pm
sedelapan kalo ini saya
*lirik -lirik mbak dian soal sedelapan*
Oleh: mbah sangkil on April 13, 2008
at 11:37 pm
hoooo… bener… bener… bener jg!
“Bersyukur, memasrahkan diri dan rendah hati”
aku aja sampe skrg masih sulit melakukannya.
udh berusaha sih, tp kok rasa2nya ndak ada kemajuan?
Oleh: Juminten on April 13, 2008
at 11:51 pm
emang manusia bisa bersyukur??
yang ada mah sering mengeluh, salah satunya gw
suseeeeh, kalo bersyukur tiap hari, lebih mudah mengeluh tiap saat
Oleh: MenoTimika on April 14, 2008
at 8:27 am
yup bener juga ya!
tapi sussssah…
Oleh: suci on April 14, 2008
at 8:46 am
setuju..
kita jadi kuatir terhadap masa depan karena kita hanya ingin hidup lebih baik dari hari ini
Oleh: rime on April 14, 2008
at 12:17 pm
Menikmati setiap detik langkahku
Karena hari ini
adalah kenyataan
satu-satunya
yang ada
Oleh: Koko on April 14, 2008
at 2:31 pm
kekuatiran itu ngga akan bawa kita kmana mana mbak
Oleh: aprikot on April 14, 2008
at 6:10 pm
susaah mbak..tapi harus dilakukan yah?
Oleh: stey on April 15, 2008
at 9:36 am
[...] Seharusnya saya tau sejak dulu saya tak boleh mengabaikan intuisi. Dengan pelajaran besar yang saya dapat kemarin, semoga ia makin terasah. Pengetahuan… pada saatnya akan menyenangkan [...]
Oleh: intuisi « senandung pelangi menoreh senja on April 15, 2008
at 3:34 pm
Kemarahan membuat energi kita tercurah sia-sia…dan kalau masih marah, berarti pikiran kita kesitu terus.
Kawatir? memang wajar, asal tak berlebihan.
Oleh: edratna on April 16, 2008
at 2:39 pm
bener-bener, bener banget.
tp gmn caranya?
hehe
Oleh: puput on April 16, 2008
at 9:07 pm
Karena manusia adalah mahluk prolifik, bersembunyi ditengah masa lalu dan masa depan
Oleh: gagahput3ra on April 16, 2008
at 11:47 pm