Ketika kemarin Mas Mbilung dapet April Mop dari abang yang kritiknya saya setuju dan suka itu, saya teringat keisengan tolol saya beberapa tahun lalu. Ketika itu musim kampanye pemilu, tahun 2003 atau 2004, saya ga inget. 2004 sepertinya ya? Ya, pokoknya sekitar itulah, yang jelas 1 April :p
Iseng saya sms beberapa orang, mengabarkan saya kesrempet arak2an kendaraan kampanye saat sedang motret. Dan tak terkira senengnya saya ketika orang2 yang saya kirimi sms itu balas menelpon dengan suara panik, mengkhawatirkan saya. Iya, seneng dan agak terharu dikit dengan ‘perhatian’ mereka.
Salah satu korban saya adalah Bang Katamsi. Sore hari itu, dia ke rumah sakit umum yang tak jauh dari kantor, mengelilingi hampir semua ruangan katanya, dan tentu saja tidak menemukan saya di sana. Jadi dia menelfon ulang dan saya tertawa2 di ujung telpon sambil ngomong, “Saya di kantor kok, ga kenapa2. April Mop!”
Bang Katamsi akhirnya ke kantor, bawain saya buah dan buku2 baru, buah tangan menjenguk ceritanya. Dan saya ga tau gimana wajah saya saat itu. Campur aduk perasaan saya, takut dimarahin, pengen nangis saat menyadari kebodohan, dll. Tapi Bang Katamsi cuma bilang: “Dek, cukup sekali ini ya bikin April Mop. Suatu hari kalo ada apa2 yang terjadi, ga ada yang akan percaya kamu lagi“. Mendengar itu rasanya gw pengen sujud2 minta ampun ke semua oarng atas ketololan saya :d
Ditulis dalam terbakar amarah sendirian