Hueksss…! Kalo ga inget2 bahwa: bahkan postingan yang lebih memalukan dan menyakitkan pun ga akan pernah gw hapus dari blog gw, postingan desperado pasti udah ga akan gw pertahankan. Sebel sih sebenernya. Obrolan ini lahir dalam suasana penuh cela2an. Obrolan ini sama sekali bukan gambaran bahwa kami menginginkan ketenaran. Obrolan ini sama sekali bukan keinginan untuk jadi seleb atau apapun namanya. Tapi, mungkin ga salah juga sih kalo ada kesan gitu, soalnya obrolan ini udah gw potong di sana sini sehingga mungkin sangat tidak menggambarkan kondisi ketika obrolan ini terjadi.
Karena kalo emang mau ngetop, udah kami lakukan sejak kapan tahun. Secara gw juga udah ngeblog dari tahun 2003 [perhatian: ini cuma angka, sama sekali bukan sesuatu untuk disombongkan dan tidak layak untuk disombongkan], jadi kalo mo menempuh cara2 TIDAK ETIS, pastilah udah gw lakuin dari dulu. Tapi untungnya buat gw apa? Gw menulis karena gw ingin menulis, bukan untuk menuai banyak komentar. Kalo mau, mungkin aja gw nulis gw selingkuhan roy suryo. Atau hal-hal binal yang jelas bisa menaikkan jumlah pengunjung. Atau apapun. Tapi trus kenapa dan trus buat apa?
Huh, postingan bodoh!
Dulu, ketika dia akhirnya menutup blognya, gw membutuhkan waktu agak lama untuk memahaminya. Gw bukan menyayangkan ketenaran yang sudah mulai diraihnya akan hilang begitu saja. Gw justru menyayangkan betapa beberapa orang akan kehilangan bahan bacaan yang mendatangkan inspirasi karena blognya ditutup.
Namun seiring waktu, ketika di suatu periode, blog gw mulai banyak dikunjungi orang, gw merasakan kerisihan yang sama dengannya. Gw muak dan bosan ketika orang hanya mampir untuk menyatakan “setuju”. Gw mulai merasa terancam ketika makin banyak orang yang datang membaca isi pikiran gw, menawarkan pertemanan, hingga perdebatan dan permusuhan. Gw risih dan pusing dengan suara riuh, gw mulai merasa ga tentram. Lebih penting lagi, gw yang pemalu dan tak banyak bicara ini [halah...] mungkin akan dipaksa untuk bicara banyak dan itu bener2 bikin ga tentram.
Padahal awalnya, buat gw, blog adalah tempat paling nyaman menghindari segala hiruk pikuk. Karena ini berbeda dengan obrolan di ym, misalnya. Ini tulisan. Curahan isi kepala –yang jika kau tak setuju dengan isinya maka kaupun boleh mencurahkan isi kepalamu di tempat lain yang tidak menggangguku karena dunia maya ini luasnya tak terbatas.
Ditulis dalam terbakar amarah sendirian