Oleh: senandung | Maret 13, 2008

(sok) puisi rindu (lagi)

mataku dipenuhi cinta saat mengenang bayangmu
hingga wajahku berpaling tanda tersipu
telingaku bertabuh asmara saat mengingat sapamu
hingga tanganku mendekap ke dada menata debar
hatiku bergejolak penuh rindu menanti hadirmu
hingga membuncah
meluber sampai ke jantung
menikamku terkapar dalam kehangatan

* eerrr…ini bukan semacam klarifikasi. saya menahan2 postingan ini beberapa hari. malu mempostingnya. saya menganggapnya norak. tapi daripada jadi batu di kepala karena tak dikeluarkan, biar sajalah dibilang norak! itu kalo ada yang berani ngomong :p


Tanggapan

  1. gak norak, kok. gak, gak norak!

    *ngikik*

  2. rindu banged mbak…

  3. iya, mbak…
    norak! norak banget pokoknya! norak banget!!!

    *dilempar mbak yati pake sandal*

    hahaha…. xD

  4. malu? malumu itu yang norak.

  5. saya beranii ngomonggg!!!! *tunjuk jari*

    errrr. ngomong : Ga Norak!

    hehe

  6. norap!
    norad!
    norav!
    norab!
    norat!

    tuh, kan saia berani! ;p

    ehuehuehuehuheuheuheuheuheuhue…..

    :nacir! halah!:

  7. Hehehehe…
    Ah, siapa bilang norak? :p

  8. Norak seh enggak cuma ABG

    Maksudnya Angkatan Babe Gw :D

  9. ehhmm..keliatan noraksih mbak..
    *ditampar*

  10. pelangi sudah terkirim dan dijamin norak!!!

    *maap baru belajar*

  11. hmmm…sapi yakin ini bakalan jadi top posting lagi..kayak puisi elo yang satu lagi itu tuuh…

  12. Lagi kangen ini… lagi kangen berat ya mbak :mrgreen:

  13. enggak enggak norak! asyik kok, tapi rindu tetap memilu yah

  14. jika rindu tlah menikam mu
    hingga terkapar dalam kehangatan nan semu
    sedang diapun tak juga mau menghampiri mu
    AKU MAU menjadi penghiburmu
    sampai rindumu berlalu

  15. Noraaaaaaaaaaaaaaaaaak . .
    Msa’ karya sendiri diumpetin :-P

  16. ga norak ko.. memang sifatnya rindu ya begitu itu…
    kalo ga bikin gila … ya bikin gila…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori