Hari itu, jumat, kalo ga salah. Saya tiba di meja kantor menjelang sore. Gerimis sempat membasahi rambutku dalam perjalanan ke kantor. Saat mulai menyalakan komputer, ada sesuatu yang mengganjal di bawah keyboard. Owh, sebuah majalah, baru. Kubaca sampul depannya, hmm…rasanya familiar. Tapi siapa yang menyimpannya di sini, dan untuk apa?
Sesaat saya telah asik bekerja. Saat blogwalking, saya teringat kembali pada majalah yang kini ada di pangkuan saya. Akhirnya kubuka majalah itu. Dari halaman belakang, seperti kebiasaanku selama ini. Apa ini, ya? Terbitan mana? Kenapa harus dikirim buat saya? Ah, bosen, ga menarik. Saat berniat menutupnya, tiba2 selintas tulisan nama rubrik di salah satu sudut halamn rasanya kukenali.
Kubuka tergesa. Owh, ada gambar teman saya, yang selalu tak sempat kuabadikan di blog ini meski telah berjanji akan membuat postingan profil orang-orang yang berkesan dalam hidup saya. Kubuka sekali lagi, ada satu foto besar. Dan…ada namaku di sana, di atas judul artikelnya. Juga di akhir tulisan. Tapi saya kecewa. Sangat kecewa. Ini hasil karya saya bersama salah satu kawan lain. Tapi kenapa nama dia nggak ada di sana dan justru digantikan nama orang lain? Sama sekali tidak menghargai karya cipta. Tidak dalam bentuk nama, apalagi nominal. Kasian. Celakanya, bisa-bisa saya yang disebut pengkhianat.
eh, baru saja saya diberitahu, honornya udah dikirim. tapi…. ah… tauk ah
hemm..kadang kita emang susah menghargai hasil karya orang lain, gimana kalo honornya dibagi dua aja?sama saya?
*ditampar*
Oleh: stey on Maret 12, 2008
at 4:44 pm
loh, kok bisa begitu mbak?
emang ribet seh kalo udh masalah karya cipta.
apalagi masalah honor!
Oleh: Juminten on Maret 12, 2008
at 5:15 pm
hihihi..bener tuh komen #1
tapi sekarang ngga cuma dibagi dua, kan nambah saya?
Oleh: kabarihari on Maret 12, 2008
at 6:05 pm
Yo udah…
mendhing honornya dibagi rata, termasuk dengan temen yang namanya tidak dicantumken
paling tidak itu masih jauh lebih baik….
kepripun?
Oleh: Ndoro Seten on Maret 12, 2008
at 6:08 pm
hmm…
jadi ingat kasusnya merk baju Lacoste
Oleh: mbahsangkil on Maret 12, 2008
at 7:19 pm
Ya udah, daripada pusing-pusing, mendingan buat gue aja. Bisa buat uang saku pergi ke yogya.
Jeng, gak coba komplain ke majalahnya?
Oleh: merahitam on Maret 13, 2008
at 2:20 am
komplen aja. yang penting suarakan hati nurani. masalah output nya gimana, pikirin nanti.
Oleh: dewi on Maret 13, 2008
at 10:15 am
wiiiiw
rejeki mba
embat sudaaaah
Oleh: bebex on Maret 13, 2008
at 10:17 am
Yang Penting honornya
kalo nga mau wat gw aja mayan wat tambah2 bli kado
Perkara bajak membajak ato tak menghargai karya cipta Indonesia emang jagonya.
Oleh: MenoTimika on Maret 13, 2008
at 10:37 am
lho kok bisa begitu??
hayooo, minta diralat dunk, kan aco menghargai karya cipta
Oleh: bazzbeto on Maret 13, 2008
at 10:38 am
misuh mbak…kuwi njaluk dipisuhi…
Oleh: crushdew on Maret 13, 2008
at 4:39 pm
ini kok pada minta dibagi duit, sih :jengkel:
minta sapi aja ma yati :hihihi:
pasti gak bakalan dikasih :wakakakakakakaka:
:ngacir_lagi:
Oleh: nelayan on Maret 13, 2008
at 6:18 pm
saya td komen kok error?
Oleh: puputpuputpuput on Maret 13, 2008
at 6:38 pm