seperti ikut nyepi, hariku sepiii sekali. seperti sendirian di dunia ini meski di sekitarku banyak yang lalu lalang, banyak suara, banyak bunyi2an. mataku masih sembab, suaraku masih sedikit parau. aku baru bisa memejamkan mata saat matahari muncul sejenak tadi pagi sebelum gerimis membasuhnya. sepertinya aku kembali lagi pada hari2 seperti dulu. saat malamku menjadi siang dan siangku menjadi malam. memulai hari saat matahari telah condong ke barat. memulai ritual bulanan untuk selalu mengunjungi dokter. harus selalu ingat untuk mencekoki mulut dengan obat2an. memastikan butir2 mungil itu ada dalam tasku kemanapun aku pergi.
tidak, aku tidak sedang mengeluh. aku hanya sedang menuliskan revisi jadwalku.
Ditulis dalam angin lalu