seperti ikut nyepi, hariku sepiii sekali. seperti sendirian di dunia ini meski di sekitarku banyak yang lalu lalang, banyak suara, banyak bunyi2an. mataku masih sembab, suaraku masih sedikit parau. aku baru bisa memejamkan mata saat matahari muncul sejenak tadi pagi sebelum gerimis membasuhnya. sepertinya aku kembali lagi pada hari2 seperti dulu. saat malamku menjadi siang dan siangku menjadi malam. memulai hari saat matahari telah condong ke barat. memulai ritual bulanan untuk selalu mengunjungi dokter. harus selalu ingat untuk mencekoki mulut dengan obat2an. memastikan butir2 mungil itu ada dalam tasku kemanapun aku pergi.
tidak, aku tidak sedang mengeluh. aku hanya sedang menuliskan revisi jadwalku.
Oleh: senandung | Maret 7, 2008
revisi jadwal
Ditulis dalam angin lalu
Sepi dalam keramaian, jeng. Tenanglah, kamu tak sendirian. Ayo semangat dan jadwalnya ditepati. Semoga esok tak perlu ke dokter dan minum obat lagi.
*maaf, baru pulang jam 2 dinihari, jadi belum sempat meneleponmu*
Oleh: merahitam on Maret 8, 2008
at 3:24 am
hmm.. berat juga beban mbak yati.
ya udah mbak, direvisi gpp selama itu akan membuat mbak menjadi lebih baik. Kalo ada yg bisa dihilangkan ya dihilangkan juga gpp daripada membebani, asal jgn jadwal minum obatnya aja yg direvisi trus dihilangkan hehehehehehe
tetep semangat ya mbak…
Oleh: Mbah Sangkil on Maret 8, 2008
at 7:15 pm
duh, what happened aya naon mbak yu?
Oleh: puputpuputpuput on Maret 8, 2008
at 9:20 pm
Alarm dari Yang Diatas buat mbak Yati..mengingatkan istrihatlah barang sejenak Nduk..hehehe..
Oleh: stey on Maret 8, 2008
at 10:40 pm
mmm..bukan seperti mba yati yang bex kenal. ayo semangadh, hajar butiran2 kecil itu.. asal jangan bebex yang dihajar.
teruslah bergerak mba, kalau perlu panggil mataharimu untuk menemani..
Oleh: bebex on Maret 8, 2008
at 11:35 pm
Loe masih seperti dulu… tetap BANDEL….
Kalo sehat aja lupa deh, giliran kambuh baru sadar lage… huuh…..
Minum obaaaaaaat… n jangan lupa akupuntur
Oleh: MenoTimika on Maret 10, 2008
at 6:11 pm