banyak kekhawatiran. banyak kekecewaan. tapi saya ga boleh ikut campur. itu hidupnya, bukan hidupku. dan saya bukan siapa2. jadi biarkan dia dengan keasyikan barunya, permainan barunya. toh kalau jatuh, dia pasti bisa bangun sendiri. udah biasa kok
main lumpur bikin kotor? ah, nggak juga. malah bisa dibiayai negara, asal ceritanya hebat. kalo ga kotor kan ga belajar.
sudah, sudah…biarkan saja dia. usianya sudah diambang dewasa kok, walopun usia bukan patokan kedewasaan dan kesadaran. berharap saja suatu hari hatinya akan tersentuh saat tak sengaja melihat malaikat kecil sedang bermain petak umpet di pojok rumah yang telah dihuni sarang laba2.
sebenernya dia sudah bisa membedakan putih dan hitam, tapi dia suka berada di wilayah abu-abu itu. meski suram, katanya dia adem di sana karena adanya tersamarkan. udah, biarkan saja. saya memang cuma anak kecil yang tak tau apa2 dan tidak berhak atasnya.
Ditulis dalam angin lalu