Saya sering menolak temen yang pengen curhat ke saya. Kedengaran jahat ya? Tapi begitulah. Sebisanya saya menghindar kalo curhatannya itu tentang orang lain terutama yang tidak saya kenal. Karena biasanya, cerita itu akan melekat terus dalam memori saya. Dan, itu akan sangat berpengaruh pada hubungan saya dengan orang yang diceritakan itu kalo misalnya suatu hari saya kenal dia. Saya akan men-judge dia seperti cerita temen saya sebelumnya.
Kalo cerita tentang dia baik2 aja, maka saya akan sangat welcome ketika pertama kali ketemu atau kenal, atau merekomendasikannya sebagai temen ke orang lain lagi. Tapi kalo cerita yang sampe ke telinga saya pertama kali udah jelek, akan buruk pula pandangan saya ke dia. Ga adil banget. Dan cenderung jahat. Belum kenal aja saya udah berani men-judge dia seperti itu. Padahal informasi yang saya dapatkan, ga balance. Sangat sangat ga adil. Makanya saya menolak curhatan seperti itu.
Cara itu, juga saya terapkan ke orang lain di sekeliling saya. Teramat banyak cerita2 miring tentang orang2 yang saya kenal. Tapi ketika temen saya meminta saya menceritakannya, meski cuma secuil, saya akan menolak. Ini bukan soal saya setia menyimpan cerita atau sebagai orang yang aman diberi rahasia. Sama sekali bukan. Sebab kadang2 saya ember kok. Menceritakan sesuatu yang sebenernya rahasia. Tentu saja saya memilih dan memilah, akan menceritakan bagian yang mana, ke siapa.
Tapi tentang cerita miring itu, tujuan saya cuma: Saya ingin menjaga telinga temen saya untuk mendengar yang baik-baik saja tentang orang lain. Biarkan yang diketahuinya cukup yang baik2 saja. Agar dia tak pernah berubah sikap pada orang lain. Karena saya takut dia akan seperti saya, men- judge duluan padahal informasi yang didapatnya ga balance. Saya takut orang yang semula dihormati dan dijunjung tinggi oleh temen saya, akhirnya diinjak2 hanya karena mendengar cerita saya yang sepihak! Karena akibatnya, saya akan menjadi orang yang ga bisa dipercaya lagi. Seperti itu juga yang saya lakukan pada “dia” yang sering saya sebut matahariku.
*) hanya untuk menulis soal pilah-memilah ini, kerjaan saya sampai terbengkalai? dudulz! makanya dipilah yang bener…