I envy you, my dear
Harusnya itu menjadi status ym-ku, my dear. Akulah yang harus iri padamu. Kamu jelas lebih free, kamulah si manusia merdeka itu, lebih merdeka dibanding aku. Courage? Ga, kata itu untuk kamu. Aku ini si manusia gamang. Smart? No, no! Kamu salah. Aku, tak ada apa-apanya dibanding kamu.
Mau bukti? Keputusanmu kemarin, sungguh mengejutkan! Walopun dulu kamu sempat cerita tentang itu, tetap saja berita yang kau kabarkan kemarin membuatku kaget. Aku ga pernah bisa seberani itu. Aku selalu terlena di sini, yang kata orang-orang zona mapan, padahal ga mapan sama sekali. :p
Aneh, setiap akhir tahun aku selalu merasa begini, ga betah sama sekali. Tapi hingga tahun berganti, ternyata aku tak pernah beranjak dari tempat ini. Tahun sebelumnya aku keduluan sama Sir Mbilung. Lalu tahun ini, aku keduluan lagi sama kamu! Hehehe, kamu liat kan, nyaliku sedemikian kecilnya?
Padahal aku tahu pasti jawaban pertanyaanmu: Apa jadinya kalau hatimu tidak lagi berada di suatu tempat?
Tapi apapun keputusanmu, aku pasti selalu mendukungmu, bersamamu selama yang kau mau. Karena aku sayang kamu!
Ditulis dalam Penoreh Pelangi