ini pengakuan saya…
hari kemarin akan kucatat sebagai hari kekalahan perang
Perang melawan nafsu amarah
dan hari ini adalah hari pemakaman
kemarahan harus dikuburkan sebelum membusuk
tapi ia tak pantas disertai tembakan salvo, tidak juga karangan bunga dan pertanyaan
kecuali senyum
tak perlu diiringi air mata, tidak juga barisan pelantun lagu kematian, pidato
kecuali hening
dalam peti mati, sisipkan saja biola dan sapu tangan
dengan lengking dawainya biar kuiris sepi yang menjalari kami
lalu kubasuh luka di sela bisikan jemari yang meneteskan lara
*semuanya memang cuma lelucon, untuk menarik perhatianmu…
Ditulis dalam angin lalu