Pagi ini mendung menggelayut di wajah kota. Seperti mendung yang membayangi wajah kami. Kelesuan sudah terasa sejak Sabtu kemarin. Seorang kawan, upsss…maksudnya atasan saya, ditarik ke coorporate pusat [hebat,...dengan jabatan yang melesat jauh]. Banyak senior di kantor ini, tapi tidak semuanya bijak. Jadinya, saya [mungkin juga kawan2 yang lain] benar2 kehilangan seorang yang bijak, bahkan melebihi kebijaksanaan yang lebih senior. Cool kalo kata anak2 sekarang. Pinter tapi ga menggurui, kalo marah ga pernah keliatan lagi marah, selalu tenang menghadapi persoalan serumit apapun, bahkan disertai guyonan sehingga kami tak ikut panik. Sepertinya, ajaran yang diturunkan dari orangtua beliau, benar2 dijalankan ; Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa menyenangkan orang lain, membuat orang tidak senang itu, tidak membahagiakan [maap...sebenernya dalam bahasa Jawa, tapi karena ga bisa bahasa Jawa, saya yang sok tau ini mengartikan kira2 seperti itu]. Selamat bertugas di tempat baru, terima kasih bimbingannya!
Ditulis dalam Penoreh Pelangi