Posted by: senandung | Oktober 27, 2007

surat-3

Kalo cinta butuh defenisi
berapa banyak lontar yang harus kita tulisi?
meski Scripta Manent Verba Volan*)
apa harus, yang telah abadi butuh penjelasan lagi?

untuk kita, amatiran yang merasa pakar menganalisa keadaan
selalu rusuh membicarakan sarapan
merasa hebat siapa yang kedapatan benar duluan
padahal sama-sama tahu bahwa ini hanya tentang perhatian

juga ketika buatmu, cedera ringan bukan soal penting
padahal aku memikirkannya siang malam, gelap hingga terang
ingin teriak dan semua pecah belah kubanting
apapun lukamu selalu membuatku ikut meriang

buatku, inilah cinta
yang tak kutemui dari kamus manapun
yang tak bisa kutafsir dari bahasa apapun
tapi kudapat dari tiap mili isi kepala yang tak henti memikirkanmu

inilah cinta, sayangku
yang lahir dari hangatnya kasih yang kau sebut pertengkaran
yang lahir dari apa yang kau sebut perbedaan prioritas, tapi kusebut perhatian
yang setelahnya kalau bisa kudekap engkau pelan

========================
*) yang tertulis akan mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin
**) ma kasih. dengan manisnya lagi2 kamu nawarin diri jadi tempat pelampiasan luapan emosiku bulan ini…maaf :(

Tanggapan

ahhh,surat cinta. happy falling in lope yak ^^

[mencoba tidak iri mencoba tidak iri hehe]

Scripta Manent Verba Volan?

bagus translatenya…..:)

kalo punna nuciniki agangku kana mami sallangku di’ apa bahasa burung2nya???

wekekekekekekeke………………. :ngacir:

mengapa kau pernyatakan lagi definisi cinta?
bila luka dan perihnya tlah kau cecap.
dan,
mengapa kau masih tafsirkan lagi itu cinta?
bila hati mu tlah mampu membaca bahasa sepi malam..

kawan,

wuihhh…definisimu tentang cinta…

menggetarkan…

Leave a response

Your response:

Kategori