Oleh: senandung | Oktober 6, 2007

menemuimu

Yang semalem melintas di obrolan kita, akhirnya datang juga. Hujan! Mengguyur bumi cukup lama, sejak saya bangun untuk sahur jam 03.30 hingga siang menjelang saya berangkat ke kantor. Tidak cukup lebat tapi mampu membuat rumput-rumput berpesta setelah berhari-hari kehausan dan berubah warna jadi coklat. Katak di bawah jendela kamarku juga ikut berdendang. Tikus2 kebun di samping rumah mencicit, mungkin kaget tersiram hujan saat berkeliaran di luar. Satu-satunya yang tak ikut berpesta mungkin cuma burung2 yang biasanya berkicau riang menyambut terangnya hari.

Hujan menjadikan hari ini tampak muram. Tapi itu lebih baik, menghindarkan saya dari sengatan matahari yang berhari-hari menemani, membuatku nyaris dehidrasi setiap hari. Hujan, membuatku lebih bersemangat walaupun saya tau, kerjaan melimpah di akhir pekan seperti ini. Dalam perjalanan ke kantor, tercium aroma kue2 kering dari dapur tetangga. Ya ampun…, membuatku ingin terbang pulang ke rumah. Saya tiba-tiba merindukan kesibukan rumah menjelang lebaran. Ah, lupakan, tiketnya baru tanggal 14 Oktober, hari ketiga lebaran versi di rumah. Sekarang, saya hanya ingin menemuimu, di layar komputer.


Tanggapan

  1. di balikpapan berapa? semarang 36,7 derajat celcius lho panasnya..

    *pura2 jadi my love*

  2. cinta2an lewat monitor kompie….cinta yang jauh….

  3. dan tadi disini hujan juga……….cuman seiprit!!! ;(

    alamaaaaaaakkkkkkkk!!! bujaaaaaaaaaaaaang! ;p

  4. Disini belum hujan!!!!! Cuma mendung terus. Bikin udara jadi lembap dan pengap. Uh…uh…

  5. owhhh kangen mudik!!!!

  6. Ketidakmampuan pemerintah kita membuat tata ruang perkotaan, menjadikan salah satu fenomena terindah yang dimiliki alam ini justru menjadi mimpi terburuk saat namanya berubah menjadi: BANJIR!

    Eh, kekna komen jenis beginian lebih cocok di sebelah ya, atau yang di sebelah lagi?

    Yati si, diminta punya tiga hati malah bikin tiga blog. :P


Beri tanggapan

Your response:

Kategori