Posted by: senandung | Oktober 18, 2006

Kupu Kupu Mahakam

Petang yang basah
sehabis hujan mengguyur bumi Etam
membaui tanah nan lembab itu
membawaku terbang melintasi kisi jendela
di luar sana
ada purnama menanti
memberi bayang
pada liukan tubuh penari Dayak
di tepian Mahakam
kupu-kupu malam berpesta
menadahkan tangan
pada receh plat ibukota
tanah-tanah berlubang
bekas tetesan minyak yang mengering
hutan meranggas
terbakar bara biji hitam
manik-manik terburai
tak ada lagi telinga panjang
beton-beton menjulang
tak ada lagi ulin yang sakral
tersisa kini
nafas penuh racun
dan raga tanpa jiwa

Tanggapan

haduh haduh haduh..

hujanlah awan kecil
hujan
dan terpanggilah awan besar

buatlah hujan
awan kecil
biar hantu putih tersingkap

buatlah hujan
sehingga gurun kembali hijau
dialiri air mata

yaa..ini sih kurang soft kalo gw bilang. coba baca blog gw yg baru deh. sooofftt banget.. :D

….. just keep Rock N’ Roll!!! :)

Leave a response

Your response:

Kategori