detik lalu
ingin kutoreh langit dengan namamu
sembari membenahi redup lentera
tapi detik ini
tinta penaku setitik pun tak tersisa
hingga namamu tak jadi kugoreskan di langit sana
seiring padamnya lentera
tak ada lagi lukisan gerimis di telapakku
tak ada lagi kilau senja
bingar
pilu sembilu
tergerus
lebur
tenggelam
kembali sepi
sepasang mata elang telah terbang
Oleh: senandung | 16 Oktober 2006
detik detik yang tergerus
Ditulis dalam Awan Kecil
kalau kurasakan
sejak lama aku berada dalam gelap
hingga aku menemukanmu
yang membawaku menemukan matahari hidupku
bersamamu
kurasakan dahsyatnya sayang
di sampingmu
kutahu betapa senangnya merindu
di sisimu
kupahami arti luka bak tersayat sembilu
—
aduh, Mbak, kok aku jadi ikutan sentimentil gini ya…
Oleh: wardhani on 17 Oktober 2006
at 9:32 am
blog baru ya..yat..
detik detik tergerus n ya ok
Oleh: apihati on 18 Oktober 2006
at 9:02 am